| sumber foto : kabar24.com |
Kamis, 13 November 2014
Pesta Rakyat Jokowi-JK "Salam 3 Jari"
Harapanku Pada Presiden Baru
| sumber foto : formatnews.com |
Akhirnya pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk masa bakti 2014-2019. Pelantikan presiden ketujuh ini dilakukan oleh Majelis Permusawaratan Perwakilan (MPR) di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 20 Oktober 2014. berbagai harapan baru pun bermunculan. banyak warga Indonesia berharap bahwa Indonesia semakin maju dibawh pimpinan presiden baru. begitu pun dengan saya sebagai warga negara Indonesia. saya berharap Indonesia lebih baik lagi untuk kedepannya, dalam arti Indonesia bisa lebih berkembang dalam segala aspek. Aspek paling penting menurut saya adalah masalah kemiskinan, saya berharap agar kemiskinan di Indonesia bisa diatasi, setidaknya angka kemiskinan bisa sedikit berkurang. Yang kedua adalah aspek pendidikan, saya berharap agar pendidikan di Indonesia bisa sebaik pendidikan di negara lain, dalam arti siapapun bisa merasakan bangku sekolah, tidak memandang bahwa hanya orang yang mampu saja yang bisa bersekolah, karena pada dasarnya pendidikan itu wajib bagi setiap anak bangsa. Yang ketiga adalah masalah kesehatan, saya berharap dengan diluncurkannya kartu Indonesia Sehat sebagai salah satu program presiden Jokowi tersebut bisa benar-benar befungsi secara optimal, sehingga benar-benar mampu menjamin kebutuhan dalam hal kesehatan pada warga yang kurang mampu. Harapan besar saya juga tertuju pada daerah pelosok-pelosok di Indonesia yang selama ini kurang diketahui, saya berharap agar tidak hanya mensejahterakan warga di kota-kota besar saja, tetapi juga mensejahterakan warga yang berada di pelosok. Intinya dengan terpilihnya presiden baru ini saya berharap Indonesia bisa lebih sejahtera, lebih maju dan lebih berkualitas.
Minggu, 12 Oktober 2014
Penerapan Teknologi Informasi dalam Akuntansi
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM AKUNTANSI
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang berkembang dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai kegiatan bisnis karena sebagai sebuah teknologi yang menitik beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat. Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia.
Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang – bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi yang kegiatannya tidak terlepas dari teknologi informasi tersebut. Semakin maju TI semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan terpengaruh.Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer. Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third Wave (Robert, 1992). Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer). Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan system informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri, pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam computer dianggap sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Secara singkat manfaat IT dalam Akuntansi adalah :
• Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
• Bermanfaat (usefull)
• Menambah produktifitas (Increase productivity)
• Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
• Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang – bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi yang kegiatannya tidak terlepas dari teknologi informasi tersebut. Semakin maju TI semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan terpengaruh.Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer. Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third Wave (Robert, 1992). Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer). Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan system informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri, pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam computer dianggap sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Secara singkat manfaat IT dalam Akuntansi adalah :
• Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
• Bermanfaat (usefull)
• Menambah produktifitas (Increase productivity)
• Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
• Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
Aplikasi SIA : MYOB, ZAHIR, DEA
MYOB ACCOUNTING 17
MYOB (Mind Your Own Business) Accounting merupakan software olah data akuntansi secara terpadu (integrated software), yaitu proses pencatatan data transaksi akuntansi dilakukan dengan cara mengentri data transaksi melalui media formulir yang terdapat dalam command centre, kemudian program MYOB akan memproses secara otomatis, cepat, tepat, dan terpadu ke dalam seluruh catatan akuntansi dan berakhir dengan laporan keuangan. MYOB Accounting dapat diterapkan pada berbagai jenis perusahaan, baik bidang jasa, dagang (retail) maupun industri (pengolahan), dan pertanian serta usaha-usaha yang lain.
Software ini dibuat oleh MYOB Limited Australia dan sudah dipakai di berbagai Negara, baik di Eropa, Amerika, Kanada, dan Asia. Saat ini sudah hadir MYOB Accounting versi 17. MYOB Accounting memiliki berbagai kelebihan di antaranya:
Kelebihan :
1. User friendly (mudah digunakan), bahkan oleh orang awam yang tidak mempunyai pengetahuan mendasar tentang akuntansi.
2. Tingkat keamanan yang cukup valid untuk setiap user.
3. Kemampuan eksplorasi semua laporan ke program Excel tanpa melalui proses ekspor/impor file yang merepotkan.
4. Kemampuan trash back semua laporan ke sumber dokumen dan sumber transaksi.
5. Dapat diaplikasikan untuk 105 jenis perusahaan yang telah direkomendasikan.
6. Menampilkan laporan keuangan komparasi (perbandingan) serta menampilkan analisis laporan dalam bentuk grafik.
7. Mudah dipahami dan digunakan, sehingga bisa diajarkan kepada siswa SMK/SMA dan mahasiswa, maupun dipelajari oleh user secara mandiri untuk aplikasi langsung dalam pengelolaan perusahaan.
8. Bisa diterapkan untuk jenis usaha yang ada di Indonesia, baik untuk skala kecil, menengah, dan besar
Kekurangan :
1. Tidak ada module fixed assets, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul untuk mengelola assets yang dimiliki maka harus membeli add on lagi
2. Tidak ada module Intercompany Reporting, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul untuk membuat laporan keuangan konsolidasi maka harus membeli add on lagi
3. Kelemahan Multi Warehouse yang mengakibatkan pengelolaan atas barang konsinyasi relatif sulit dikelola di dalam MYOB.
4. Tidak dapat digunakan untuk mengelola perusahaan dengan multi company, artinya laporan konsolidasi tidak dapat diharapkan dapat dibuat dengan menggunakan MYOB.
5. database MYOB merupakan file based sehingga kurang optimal jika digunakan untuk transaksi yang besar dan kompleks. Isu terbaru MYOB akan menggunakan server-based untuk databasenya sehingga optimalisasi pengolahan data lebih realistis.
ZAHIR
Accounting
Zahir Accounting merupakan software akuntansi
terbaik. Untuk mengetahui software zahir ini, maka tidak ada salahnya
mengetahui kelemahan serta kelebihannya terlebih dahulu.
Kelebihan
Zahir Accounting :
1. Zahir
Accounting ini mudah digunakan oleh orang yang bukan akuntan. Hal ini
dikarenakan software ini menyediakan formulir khusus yang dipergunakan untuk
menginput semua transaksi yang ada.
2. Tampilan
dari software ini cukup menarik serta mudah dimengerti. Hal ini dikarenakan struktur
menu serta tampilan icon berupa gambar sederhana yang biasa dipergunakan dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Faktur
dalam software ini dapat didesain sendiri sesuai dengan keinginan perusahaan.
Kekurangan
Zahir Accounting :
1. Software
ini tidak dapat digunakan untuk menghitung secara otomatis biaya perjam maupun
biaya lain yang berhubugan dengan akuntansi biaya.
2. Software
ini tidak menyediakan fasilitas harga tetap, departemen maupun proyek.
3. Dalam
hal pendidikan software ini belum mendukung.
4. Kurang
cepat dalam menginput data.
DEA
(Dac Easy Accounting)
DEA
merupakan suatu software akuntansi yang
memiliki berbagai modul yang terintegrasi guna mengolah data akuntansi sehingga
menghasilkan laporan keuangan. Dengan DacEasy Accounting pengolahan data
akuntansi yang manual relatif tidak diperlukan lagi, karena dapat ditangani
dengan cepat dan tepat oleh DacEasy Accounting
Kelebihan
dari DEA :
1. Membutuhkan spesifikasi
komputer yang sangat minim, bahkan bisa berjalan dalam komputer pentium I.
2.
Respon
yang cepat
3. Real time, maksudnya,
ketika PLN mati, data yang sudah diinput akan tersimpan dalam database.
v Kekurangan
dari DEA :
1. DEA sangat bagus untuk estimasi efisiensi relatif UKE (Unit Kegiatan
Ekonomi) tetapi sangat lambat untuk mengukur efisiensi absolut dengan kata lain bisa membandingkan sesama UKE tetapi bukan membandingkan maksimisasi secara teori.
2. Uji
hipotesis secara statistik atas hasil DEA sulit dilakukan.
3. Menggunakan perumusan
linier programming terpisah untuk tiap UKE (perhitungan secara manual sulit
dilakukan apalagi untuk masalah berskala besar).
4. Bobot dan input yang
dihasilkan oleh DEA tidak dapat ditafsirkan dalam nilai ekonomi.
5. Tampilan menu kurang menarik, dibandingkan software
akuntansi lainnya, hanya terkesan simple dan sederhana.
Sumber :
http://citraauliapramanda.blogspot.com/2011/10/soal-akuntansi.htmlSejarah Akuntansi
Sejarah Akuntansi
Sejarah akuntansi
dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan menggunakan catatan. Pada
abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan
cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada
saat mereka berangkat
Tonggak sejarah akuntansi
dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo {Lukas dari Burgos) menerbitkan
buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et
Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de
Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan
berpasangan (double book keepingf).
Sejarah Akuntansi dari abad ke abad
Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya pengaruh Romawi,
pusat perdagangan bergeser ke Spanyol, Portugis, dan Belanda. Akibatnya,
sistem akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan
digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan rugi laba mulai
dibuat secara tahunan yang kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca
secara rutin pada akhir jangka waktu tertentu.
Pada abad XIX revolusi
industri di Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan.
Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan American Institute of Certified
Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi
bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa
saham.
Akuntansi mulai diterapkan
di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada
pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi
di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun
1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang
menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti
yang diajarkan Lucas Paciólo. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia
diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol
pembukuan perusahaan.
Tidak banyak pembahan
sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang* Setelah kemerdekaan
pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-putrinya belajar akuntansi
ke luar negeri. Sedangkan pendidikan akuntansi di
dalam negeri mulai dirintis fiada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang
membuka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Langkah ini diikuti oleh
perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang mengatur
pemberian gelar Akuntan.
Suatu organisasi profesi
yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan
diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan
seksi Akuntan Pendidik tahun 1986.
UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU
Penanaman Modal Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya keduanya merangsang
berdirinya perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin baiknya iklim
investasi di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, akuntansi di Indonesia mengalami
perkembangan yang pesat.
Selama ini terjadi dualisme praktek akuntansi di Indonesia. Di
satu pihak banyak perusahaan menerapkan sistem akuntansi Belanda. Di pihak
lain* sistem akuntansi Amerika semakin banyak digunakan akibat semakin
bergesernya kiblat pendidikan akuntansi ke sistem Amerika serta semakin
banyaknya perusahaan yang membawa sistem Amerika masuk ke Indonesia.
Dualisme tersebut juga
berpengaruh pada dunia pendidikan, terutama di tingkat pendidikan
menengah. Akan tetapi, dalam Lokakarya “Pendidikan Akuntansi di Indonesia”
yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, telah dicapai kesepakatan sistem pendidikan akuntansi
untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang menggunakan sistem
Amerika.
sumber : http://ilmuakuntansi.web.id/sejarah-akuntansi/
sumber : http://ilmuakuntansi.web.id/sejarah-akuntansi/
Profesi Dalam Bidang Akuntansi : Manakah yang akan saya pilih?
Dalam akuntasi dikenal beberapa istilah yang mengacu pada
keahlian tertentu di bidang akuntansi, Antara lain :
1. Controller – Kontroler
Istilah ini kerap dipakai oleh perusahaan dari luar negeri dan sering
kali dipertukarkan denan istilah Chief Accounting
Officer Of atau juga Chief Of Finance
Officer. Posisi ini pada dasarnya merupakan posisi yang bertanggung jawab
penuh atas segala aspek keuangan dalam suatu perusahaan, termasuk akuntansi dan
keuangan.
2. Accountant – Akuntan
Pada posisi ini seseorang bertanggung jawab untuk menghasilkan laporan
keuangan dan informasi akuntansilainnya dalam suatu perusahaan. Tugas utamanya
adalah membukukan semua transaksi tepat waktu dan menghasilkan laporan secara periodic
sesuai dengan format yang telah ditentukan.
Akuntan bisa terdiri dari akuntan keuangan (Financial Accountant) dan akuntan manajemen (Management Accountant). Akuntan keuangan menjalakan fungsi
pembukuan sampai pembuatan laporan keuangan,sedangkan akuntan manajemen lebih
berfokus pada usaha mengolah informasi keuangan menjadi hasil analisis yang
digunakan untuk keperluan intern perusahaan.
3. Cost Accountant
Bidang profesi akuntansi ini berada pada
perusahaan manufaktur. Tugas utamanya menghasilkan informasi keuangan berupa
biaya produksi. Dengan demikian informasi ini berkaitan dengan aspek dalam
akuntasi biaya (Cost Accounting).
4. Internal
Auditor
Posisi ini bertugas untuk memastikan
bahwa semua kegiatan, yaitu pengeluaran perusahaan telah memenuhi kaidah
efektif, efisien dan ekonomis. Dengan demikian posisi ini berada pada bagian audit
internal atau satuan pengendali internal pada beberapa Badan Usaha Milik Negara
(BUMN).
5. Tax
Specialist (Akuntan Pajak)
Untuk mengelola aspek perpajakan pada
perusahaan besar diperlukan seseorang
yang benar-benar ahli mengenai aturan perpajakan. Dengan demikian, semua
kegiatan perusahaan dapat dipastikan telah memenuhi ketaatan sesuai dengan
peraturan pajak yang berlaku, termasuk pelaporan periodik dan tahunannya. Posisi
ini termasuk juga memberi saran tentang bagaimana suatu transaksi harus dilakukan
agar dapat dicapai beban pajak yang minimal.
6. Akuntan Budget
Pada beberapa perusahaan yang cukup
besar diperlukan posisi ini untuk mengelola Budget (anggaran). Tugas utamanya,
selain menyusun anggaran juga memonitor dan mengontrol realisasi Budget pada
setiap periode tertentu.
7. Akuntan Publik
Ini adalah suatu bidang profesi
akuntansi di luar perusahaan yang menjalankan fungsi eksternal audit kepada
perusahaan atau memberikan saran profesional kepada perusahaan maupun
pemerintah dalam hal perpajakan, restrukturisasi, strategi korporasi, dan lain
sebagainya.
8. Akuntan Pemerintah
Profesi ini menjalankan fungsi akuntansi
pada sektor pemerintahan, yaitu menyusun laporan keuangan pemerintah. Selain itu
juga melakukan fungsi audit yaitu pemeriksaan terhadap instansi pemerintah,
lembaga, atau perusahaan dimana pemerintah memiliki kepentingan seperti pajak
atau bea-cukai. Oleh karena itu, akuntan pemerintah termasuk menjalankan fungsi
eksternal audit.
9. Akuntan Pendidik
Mereka yang menjalakan profesi ini
umumnya berada di institusi pendidikan, misalnya universitas. Tugas pokoknya
adalah mentransfer pengetahuan tentang akuntansi kepada para mahasiswa dan
melakukan penelitian tentang suatu isu atau permasalahan yang berkembang dalam
dunia akuntansi.
*Dari uraian di atas, saya memutuskan
untuk memilih menjadi seorang internal auditor karena saya cukup tertarik untuk
mengetahui lebih banyak lagi tentang dunia audit. Di semester 5
ini saya baru mulai mempelajari tentang audit. Dari penjelasan dosen yang
menceritakan bagaimana menjadi seorang auditor membuat saya penasaran bagaimana
jika nanti saya bekerja sebagai seorang auditor.
Minggu, 06 Juli 2014
Kasus yang Ditangani Oleh KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha)
KPPU
Menyetujui Akuisisi Saham PT. Axis Telekom Indonesia oleh PT. XL Axiata, tbk.
Catatan pertama adalah, mengingat besarnya penguasaan pangsa pasar oleh tiga pelaku usaha di sektor jasa telekomunikasi (Telkom, Indosat, dan XL) yang mencapai 89,05%, maka KPPU mewajibkan XL untuk memberikan laporan perkembangan pasar, produk, dan tarifnya setiap 3 (tiga) bulan selama jangka waktu 3 (tiga) tahun. KPPU juga mencatat bahwa pendapat tersebut diberikan setelah mempertimbangkan komitmen XL untuk tetap menjadi pelopor tarif kompetitif di pasar jasa telekomunikasi seluler, sehingga komitmen tersebut akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendapat KPPU tersebut. Selain itu, KPPU juga mencatat bahwa pendapat yang disampaikan tersebut hanya terbatas pada pengambilalihan saham AXIS oleh XL, sehingga jika di masa mendatang ditemukan perilaku anti persaingan yang dilakukan oleh para pihak maupun anak perusahaannya, maka perilaku tersebu tidak akan dikecualikan dari aplikasi undang-undang persaingan usaha.
Pendapat resmi tersebut ditetapkan KPPU pada tanggal 18 Februari 2014 sebagai tindak lanjut dari upaya Konsultasi yang diajukan oleh XL pada tanggal 1 Agustus 2013. Konsultasi tersebut dilaksanakan seiring rencana pembelian 95% saham AXIS oleh XL yang ditempatkan di Teleglobal Investment B.V dan Althem B.V. Dengan akuisisi tersebut, maka aset XL (berdasarkan data tahun 2012) akan mencapai sekitar Rp 45,27 triliun dan dengan nilai gabungan penjualan sekitar Rp 23,38 triliun.
Dalam proses Penilaian KPPU yang dimulai sejak 18 November 2013 tersebut, KPPU mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain pasar bersangkutan, konsentrasi pasar, hambatan masuk, potensi perilaku anti persaingan, efisiensi, dan kepailitan. Pasar yang menjadi perhatian analisa KPPU meliputi pasar jasa telekomunikasi seluler dan pasar jasa penyewaan menara di 14 (empat belas) propinsi. Hasil analisa menujukkan terjadi peningkatan indeks konsentrasi pasar pada pasar jasa telekomunikasi seluler secara nasional. Dengan adanya akuisisi tersebut, maka pasar jasa telekomunikasi seluler Indonesia akan dikuasai oleh tiga pelaku usaha besar, yakni Telkomsel (41,04%), XL (26%), dan Indosat (22,01%), dengan total pangsa pasar yang mencapai 89,05%. Peningkatan indeks konsentrasi pasar juga terjadi di pasar jasa penyewaan menara di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun dengan banyaknya pelaku usaha penyewaan menara di propinsi tersebut dan adanya kebijakan penggunaan menara bersama, maka potensi perilaku anti persaingan di pasar tersebut dapat diminimalisir.
Lebih lanjut, sebagai upaya pencegahan seiring dengan penguasaan pasar oleh tiga pelaku usaha tersebut, KPPU akan melakukan pengawasan intensif atas kondisi pasar jasa telekomunikasi seluler di Indonesia.
Pendapat lengkap atas akuisisi tersebut akan dipublikasikan lebih lanjur pada situs KPPU di www.kppu.go.id, setelah masa tunggu konfirmasi para pihak atas kerahasiaan informasi perusahaan (yakni 10 hari kerja setelah pendapat diterima para pihak). (DN)
(http://www.kppu.go.id/id/2014/03/kppu-menyetujui-akuisisi-saham-pt-axis-telekom-indonesia-oleh-pt-xl-axiata-tbk/)
komentar :
Jadi dengan adanya KPPU kita mendapatkan keuntungan
diantaranya adalah masyarakat dapat terlindungi dari praktik monopoli dan persaingan
usaha yang tidak sehat. Monopoli itu diindikasikan dengan peguasaan pasar,
indikatornya adalah 50% lebih. Dan dijelaskan dalam UU bahwa yang mempunyai
posisi pangsa pasar lebih dari 50% punya posisi dominan harus diawasi oleh
KPPU. Apabila mereka menyalahgunakan posisi dominan, maka dikatakan sebagai
monopoli. Persaingan usaha tidak sehat itu pertama adalah pelaku usaha yang
melakukan usahanya tidak jujur. Kedua adalah pelaku usaha yang melakukan
usahanya meawan hukum. Ketuga adalah pelaku usaha yang didalam kegiatan
usahanya melakukan kegiatan yang menghambat persaingan, jadi bila dia cenderung
untuk mematikan persiangan. Melindungi masyarakat disini dapat diartikan bahwa
masyarakat dapat secara langsung melaporkan atau mengadukan suatu kasus kepada
KPPU secara tertulis dan disampaikan pada sekretariat KPPU mengenai kasus yang
dihadapinya, maka KPPU dapat mengambil inisiatif untuk melakukan penyelidikan
terhadap kasus yang muncul yang berkaitan dengan publik.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kamis, 13 November 2014
Pesta Rakyat Jokowi-JK "Salam 3 Jari"
| sumber foto : kabar24.com |
Harapanku Pada Presiden Baru
| sumber foto : formatnews.com |
Akhirnya pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk masa bakti 2014-2019. Pelantikan presiden ketujuh ini dilakukan oleh Majelis Permusawaratan Perwakilan (MPR) di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 20 Oktober 2014. berbagai harapan baru pun bermunculan. banyak warga Indonesia berharap bahwa Indonesia semakin maju dibawh pimpinan presiden baru. begitu pun dengan saya sebagai warga negara Indonesia. saya berharap Indonesia lebih baik lagi untuk kedepannya, dalam arti Indonesia bisa lebih berkembang dalam segala aspek. Aspek paling penting menurut saya adalah masalah kemiskinan, saya berharap agar kemiskinan di Indonesia bisa diatasi, setidaknya angka kemiskinan bisa sedikit berkurang. Yang kedua adalah aspek pendidikan, saya berharap agar pendidikan di Indonesia bisa sebaik pendidikan di negara lain, dalam arti siapapun bisa merasakan bangku sekolah, tidak memandang bahwa hanya orang yang mampu saja yang bisa bersekolah, karena pada dasarnya pendidikan itu wajib bagi setiap anak bangsa. Yang ketiga adalah masalah kesehatan, saya berharap dengan diluncurkannya kartu Indonesia Sehat sebagai salah satu program presiden Jokowi tersebut bisa benar-benar befungsi secara optimal, sehingga benar-benar mampu menjamin kebutuhan dalam hal kesehatan pada warga yang kurang mampu. Harapan besar saya juga tertuju pada daerah pelosok-pelosok di Indonesia yang selama ini kurang diketahui, saya berharap agar tidak hanya mensejahterakan warga di kota-kota besar saja, tetapi juga mensejahterakan warga yang berada di pelosok. Intinya dengan terpilihnya presiden baru ini saya berharap Indonesia bisa lebih sejahtera, lebih maju dan lebih berkualitas.
Minggu, 12 Oktober 2014
Penerapan Teknologi Informasi dalam Akuntansi
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM AKUNTANSI
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang berkembang dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai kegiatan bisnis karena sebagai sebuah teknologi yang menitik beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapat memenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat. Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia.
Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang – bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi yang kegiatannya tidak terlepas dari teknologi informasi tersebut. Semakin maju TI semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan terpengaruh.Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer. Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third Wave (Robert, 1992). Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer). Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan system informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri, pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam computer dianggap sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Secara singkat manfaat IT dalam Akuntansi adalah :
• Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
• Bermanfaat (usefull)
• Menambah produktifitas (Increase productivity)
• Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
• Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang – bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Kemajuan TI juga berpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi yang kegiatannya tidak terlepas dari teknologi informasi tersebut. Semakin maju TI semakin banyak pengaruhnya pada bidang akuntansi. Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era informasi berdampak signifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yang dirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistem manual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta peningkatan jumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan terpengaruh.Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan
proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan software audit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer. Akuntan merupakan profesi yang aktivitasnya banyak berhubungan dengan TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagai akibat dari adanya kemajuan TI dan perkembangan akuntansi akan memunculkan peluang bagi akuntan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuan memadai tentang SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusur posisinya karena tidak mampu memberikan jasa yang diperlukan oleh klien.
Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangat signifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadi dalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Hal ini dinyatakan oleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third Wave (Robert, 1992). Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Menurut Arens, terdapat tiga pendekatan auditing pada EDP audit, yaitu audit sekitar komputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing through the computer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer). Auditing around the computer adalah audit terhadap penyelenggaraan system informasi komputer tanpa menggunakan kemampuan peralatan itu sendiri, pemrosesan dalam komputer dianggap benar, apa yang ada dalam computer dianggap sebagai “black box” sehingga audit hanya dilakukan di sekitar box tersebut. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jika dalam pemeriksaan output menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA.
Secara singkat manfaat IT dalam Akuntansi adalah :
• Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)
• Bermanfaat (usefull)
• Menambah produktifitas (Increase productivity)
• Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness)
• Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performance)
Aplikasi SIA : MYOB, ZAHIR, DEA
MYOB ACCOUNTING 17
MYOB (Mind Your Own Business) Accounting merupakan software olah data akuntansi secara terpadu (integrated software), yaitu proses pencatatan data transaksi akuntansi dilakukan dengan cara mengentri data transaksi melalui media formulir yang terdapat dalam command centre, kemudian program MYOB akan memproses secara otomatis, cepat, tepat, dan terpadu ke dalam seluruh catatan akuntansi dan berakhir dengan laporan keuangan. MYOB Accounting dapat diterapkan pada berbagai jenis perusahaan, baik bidang jasa, dagang (retail) maupun industri (pengolahan), dan pertanian serta usaha-usaha yang lain.
Software ini dibuat oleh MYOB Limited Australia dan sudah dipakai di berbagai Negara, baik di Eropa, Amerika, Kanada, dan Asia. Saat ini sudah hadir MYOB Accounting versi 17. MYOB Accounting memiliki berbagai kelebihan di antaranya:
Kelebihan :
1. User friendly (mudah digunakan), bahkan oleh orang awam yang tidak mempunyai pengetahuan mendasar tentang akuntansi.
2. Tingkat keamanan yang cukup valid untuk setiap user.
3. Kemampuan eksplorasi semua laporan ke program Excel tanpa melalui proses ekspor/impor file yang merepotkan.
4. Kemampuan trash back semua laporan ke sumber dokumen dan sumber transaksi.
5. Dapat diaplikasikan untuk 105 jenis perusahaan yang telah direkomendasikan.
6. Menampilkan laporan keuangan komparasi (perbandingan) serta menampilkan analisis laporan dalam bentuk grafik.
7. Mudah dipahami dan digunakan, sehingga bisa diajarkan kepada siswa SMK/SMA dan mahasiswa, maupun dipelajari oleh user secara mandiri untuk aplikasi langsung dalam pengelolaan perusahaan.
8. Bisa diterapkan untuk jenis usaha yang ada di Indonesia, baik untuk skala kecil, menengah, dan besar
Kekurangan :
1. Tidak ada module fixed assets, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul untuk mengelola assets yang dimiliki maka harus membeli add on lagi
2. Tidak ada module Intercompany Reporting, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul untuk membuat laporan keuangan konsolidasi maka harus membeli add on lagi
3. Kelemahan Multi Warehouse yang mengakibatkan pengelolaan atas barang konsinyasi relatif sulit dikelola di dalam MYOB.
4. Tidak dapat digunakan untuk mengelola perusahaan dengan multi company, artinya laporan konsolidasi tidak dapat diharapkan dapat dibuat dengan menggunakan MYOB.
5. database MYOB merupakan file based sehingga kurang optimal jika digunakan untuk transaksi yang besar dan kompleks. Isu terbaru MYOB akan menggunakan server-based untuk databasenya sehingga optimalisasi pengolahan data lebih realistis.
ZAHIR
Accounting
Zahir Accounting merupakan software akuntansi
terbaik. Untuk mengetahui software zahir ini, maka tidak ada salahnya
mengetahui kelemahan serta kelebihannya terlebih dahulu.
Kelebihan
Zahir Accounting :
1. Zahir
Accounting ini mudah digunakan oleh orang yang bukan akuntan. Hal ini
dikarenakan software ini menyediakan formulir khusus yang dipergunakan untuk
menginput semua transaksi yang ada.
2. Tampilan
dari software ini cukup menarik serta mudah dimengerti. Hal ini dikarenakan struktur
menu serta tampilan icon berupa gambar sederhana yang biasa dipergunakan dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Faktur
dalam software ini dapat didesain sendiri sesuai dengan keinginan perusahaan.
Kekurangan
Zahir Accounting :
1. Software
ini tidak dapat digunakan untuk menghitung secara otomatis biaya perjam maupun
biaya lain yang berhubugan dengan akuntansi biaya.
2. Software
ini tidak menyediakan fasilitas harga tetap, departemen maupun proyek.
3. Dalam
hal pendidikan software ini belum mendukung.
4. Kurang
cepat dalam menginput data.
DEA
(Dac Easy Accounting)
DEA
merupakan suatu software akuntansi yang
memiliki berbagai modul yang terintegrasi guna mengolah data akuntansi sehingga
menghasilkan laporan keuangan. Dengan DacEasy Accounting pengolahan data
akuntansi yang manual relatif tidak diperlukan lagi, karena dapat ditangani
dengan cepat dan tepat oleh DacEasy Accounting
Kelebihan
dari DEA :
1. Membutuhkan spesifikasi
komputer yang sangat minim, bahkan bisa berjalan dalam komputer pentium I.
2.
Respon
yang cepat
3. Real time, maksudnya,
ketika PLN mati, data yang sudah diinput akan tersimpan dalam database.
v Kekurangan
dari DEA :
1. DEA sangat bagus untuk estimasi efisiensi relatif UKE (Unit Kegiatan
Ekonomi) tetapi sangat lambat untuk mengukur efisiensi absolut dengan kata lain bisa membandingkan sesama UKE tetapi bukan membandingkan maksimisasi secara teori.
2. Uji
hipotesis secara statistik atas hasil DEA sulit dilakukan.
3. Menggunakan perumusan
linier programming terpisah untuk tiap UKE (perhitungan secara manual sulit
dilakukan apalagi untuk masalah berskala besar).
4. Bobot dan input yang
dihasilkan oleh DEA tidak dapat ditafsirkan dalam nilai ekonomi.
5. Tampilan menu kurang menarik, dibandingkan software
akuntansi lainnya, hanya terkesan simple dan sederhana.
Sumber :
http://citraauliapramanda.blogspot.com/2011/10/soal-akuntansi.htmlSejarah Akuntansi
Sejarah Akuntansi
Sejarah akuntansi
dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan menggunakan catatan. Pada
abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan
cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada
saat mereka berangkat
Tonggak sejarah akuntansi
dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo {Lukas dari Burgos) menerbitkan
buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et
Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de
Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan
berpasangan (double book keepingf).
Sejarah Akuntansi dari abad ke abad
Pada akhir abad XV, sejalan dengan menurunnya pengaruh Romawi,
pusat perdagangan bergeser ke Spanyol, Portugis, dan Belanda. Akibatnya,
sistem akuntansi yang telah dikembangkan Romawi juga ikut berpindah dan
digunakan di negara-negara tersebut. Sejak itu perhitungan rugi laba mulai
dibuat secara tahunan yang kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca
secara rutin pada akhir jangka waktu tertentu.
Pada abad XIX revolusi
industri di Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan konsep penyusutan.
Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan American Institute of Certified
Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi
bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa
saham.
Akuntansi mulai diterapkan
di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada
pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi
di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun
1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang
menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti
yang diajarkan Lucas Paciólo. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia
diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol
pembukuan perusahaan.
Tidak banyak pembahan
sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang* Setelah kemerdekaan
pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-putrinya belajar akuntansi
ke luar negeri. Sedangkan pendidikan akuntansi di
dalam negeri mulai dirintis fiada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang
membuka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Langkah ini diikuti oleh
perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang mengatur
pemberian gelar Akuntan.
Suatu organisasi profesi
yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan
diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan
seksi Akuntan Pendidik tahun 1986.
UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU
Penanaman Modal Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya keduanya merangsang
berdirinya perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin baiknya iklim
investasi di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, akuntansi di Indonesia mengalami
perkembangan yang pesat.
Selama ini terjadi dualisme praktek akuntansi di Indonesia. Di
satu pihak banyak perusahaan menerapkan sistem akuntansi Belanda. Di pihak
lain* sistem akuntansi Amerika semakin banyak digunakan akibat semakin
bergesernya kiblat pendidikan akuntansi ke sistem Amerika serta semakin
banyaknya perusahaan yang membawa sistem Amerika masuk ke Indonesia.
Dualisme tersebut juga
berpengaruh pada dunia pendidikan, terutama di tingkat pendidikan
menengah. Akan tetapi, dalam Lokakarya “Pendidikan Akuntansi di Indonesia”
yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, telah dicapai kesepakatan sistem pendidikan akuntansi
untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang menggunakan sistem
Amerika.
sumber : http://ilmuakuntansi.web.id/sejarah-akuntansi/
sumber : http://ilmuakuntansi.web.id/sejarah-akuntansi/
Profesi Dalam Bidang Akuntansi : Manakah yang akan saya pilih?
Dalam akuntasi dikenal beberapa istilah yang mengacu pada
keahlian tertentu di bidang akuntansi, Antara lain :
1. Controller – Kontroler
Istilah ini kerap dipakai oleh perusahaan dari luar negeri dan sering
kali dipertukarkan denan istilah Chief Accounting
Officer Of atau juga Chief Of Finance
Officer. Posisi ini pada dasarnya merupakan posisi yang bertanggung jawab
penuh atas segala aspek keuangan dalam suatu perusahaan, termasuk akuntansi dan
keuangan.
2. Accountant – Akuntan
Pada posisi ini seseorang bertanggung jawab untuk menghasilkan laporan
keuangan dan informasi akuntansilainnya dalam suatu perusahaan. Tugas utamanya
adalah membukukan semua transaksi tepat waktu dan menghasilkan laporan secara periodic
sesuai dengan format yang telah ditentukan.
Akuntan bisa terdiri dari akuntan keuangan (Financial Accountant) dan akuntan manajemen (Management Accountant). Akuntan keuangan menjalakan fungsi
pembukuan sampai pembuatan laporan keuangan,sedangkan akuntan manajemen lebih
berfokus pada usaha mengolah informasi keuangan menjadi hasil analisis yang
digunakan untuk keperluan intern perusahaan.
3. Cost Accountant
Bidang profesi akuntansi ini berada pada
perusahaan manufaktur. Tugas utamanya menghasilkan informasi keuangan berupa
biaya produksi. Dengan demikian informasi ini berkaitan dengan aspek dalam
akuntasi biaya (Cost Accounting).
4. Internal
Auditor
Posisi ini bertugas untuk memastikan
bahwa semua kegiatan, yaitu pengeluaran perusahaan telah memenuhi kaidah
efektif, efisien dan ekonomis. Dengan demikian posisi ini berada pada bagian audit
internal atau satuan pengendali internal pada beberapa Badan Usaha Milik Negara
(BUMN).
5. Tax
Specialist (Akuntan Pajak)
Untuk mengelola aspek perpajakan pada
perusahaan besar diperlukan seseorang
yang benar-benar ahli mengenai aturan perpajakan. Dengan demikian, semua
kegiatan perusahaan dapat dipastikan telah memenuhi ketaatan sesuai dengan
peraturan pajak yang berlaku, termasuk pelaporan periodik dan tahunannya. Posisi
ini termasuk juga memberi saran tentang bagaimana suatu transaksi harus dilakukan
agar dapat dicapai beban pajak yang minimal.
6. Akuntan Budget
Pada beberapa perusahaan yang cukup
besar diperlukan posisi ini untuk mengelola Budget (anggaran). Tugas utamanya,
selain menyusun anggaran juga memonitor dan mengontrol realisasi Budget pada
setiap periode tertentu.
7. Akuntan Publik
Ini adalah suatu bidang profesi
akuntansi di luar perusahaan yang menjalankan fungsi eksternal audit kepada
perusahaan atau memberikan saran profesional kepada perusahaan maupun
pemerintah dalam hal perpajakan, restrukturisasi, strategi korporasi, dan lain
sebagainya.
8. Akuntan Pemerintah
Profesi ini menjalankan fungsi akuntansi
pada sektor pemerintahan, yaitu menyusun laporan keuangan pemerintah. Selain itu
juga melakukan fungsi audit yaitu pemeriksaan terhadap instansi pemerintah,
lembaga, atau perusahaan dimana pemerintah memiliki kepentingan seperti pajak
atau bea-cukai. Oleh karena itu, akuntan pemerintah termasuk menjalankan fungsi
eksternal audit.
9. Akuntan Pendidik
Mereka yang menjalakan profesi ini
umumnya berada di institusi pendidikan, misalnya universitas. Tugas pokoknya
adalah mentransfer pengetahuan tentang akuntansi kepada para mahasiswa dan
melakukan penelitian tentang suatu isu atau permasalahan yang berkembang dalam
dunia akuntansi.
*Dari uraian di atas, saya memutuskan
untuk memilih menjadi seorang internal auditor karena saya cukup tertarik untuk
mengetahui lebih banyak lagi tentang dunia audit. Di semester 5
ini saya baru mulai mempelajari tentang audit. Dari penjelasan dosen yang
menceritakan bagaimana menjadi seorang auditor membuat saya penasaran bagaimana
jika nanti saya bekerja sebagai seorang auditor.
Minggu, 06 Juli 2014
Kasus yang Ditangani Oleh KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha)
KPPU
Menyetujui Akuisisi Saham PT. Axis Telekom Indonesia oleh PT. XL Axiata, tbk.
Catatan pertama adalah, mengingat besarnya penguasaan pangsa pasar oleh tiga pelaku usaha di sektor jasa telekomunikasi (Telkom, Indosat, dan XL) yang mencapai 89,05%, maka KPPU mewajibkan XL untuk memberikan laporan perkembangan pasar, produk, dan tarifnya setiap 3 (tiga) bulan selama jangka waktu 3 (tiga) tahun. KPPU juga mencatat bahwa pendapat tersebut diberikan setelah mempertimbangkan komitmen XL untuk tetap menjadi pelopor tarif kompetitif di pasar jasa telekomunikasi seluler, sehingga komitmen tersebut akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pendapat KPPU tersebut. Selain itu, KPPU juga mencatat bahwa pendapat yang disampaikan tersebut hanya terbatas pada pengambilalihan saham AXIS oleh XL, sehingga jika di masa mendatang ditemukan perilaku anti persaingan yang dilakukan oleh para pihak maupun anak perusahaannya, maka perilaku tersebu tidak akan dikecualikan dari aplikasi undang-undang persaingan usaha.
Pendapat resmi tersebut ditetapkan KPPU pada tanggal 18 Februari 2014 sebagai tindak lanjut dari upaya Konsultasi yang diajukan oleh XL pada tanggal 1 Agustus 2013. Konsultasi tersebut dilaksanakan seiring rencana pembelian 95% saham AXIS oleh XL yang ditempatkan di Teleglobal Investment B.V dan Althem B.V. Dengan akuisisi tersebut, maka aset XL (berdasarkan data tahun 2012) akan mencapai sekitar Rp 45,27 triliun dan dengan nilai gabungan penjualan sekitar Rp 23,38 triliun.
Dalam proses Penilaian KPPU yang dimulai sejak 18 November 2013 tersebut, KPPU mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain pasar bersangkutan, konsentrasi pasar, hambatan masuk, potensi perilaku anti persaingan, efisiensi, dan kepailitan. Pasar yang menjadi perhatian analisa KPPU meliputi pasar jasa telekomunikasi seluler dan pasar jasa penyewaan menara di 14 (empat belas) propinsi. Hasil analisa menujukkan terjadi peningkatan indeks konsentrasi pasar pada pasar jasa telekomunikasi seluler secara nasional. Dengan adanya akuisisi tersebut, maka pasar jasa telekomunikasi seluler Indonesia akan dikuasai oleh tiga pelaku usaha besar, yakni Telkomsel (41,04%), XL (26%), dan Indosat (22,01%), dengan total pangsa pasar yang mencapai 89,05%. Peningkatan indeks konsentrasi pasar juga terjadi di pasar jasa penyewaan menara di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun dengan banyaknya pelaku usaha penyewaan menara di propinsi tersebut dan adanya kebijakan penggunaan menara bersama, maka potensi perilaku anti persaingan di pasar tersebut dapat diminimalisir.
Lebih lanjut, sebagai upaya pencegahan seiring dengan penguasaan pasar oleh tiga pelaku usaha tersebut, KPPU akan melakukan pengawasan intensif atas kondisi pasar jasa telekomunikasi seluler di Indonesia.
Pendapat lengkap atas akuisisi tersebut akan dipublikasikan lebih lanjur pada situs KPPU di www.kppu.go.id, setelah masa tunggu konfirmasi para pihak atas kerahasiaan informasi perusahaan (yakni 10 hari kerja setelah pendapat diterima para pihak). (DN)
(http://www.kppu.go.id/id/2014/03/kppu-menyetujui-akuisisi-saham-pt-axis-telekom-indonesia-oleh-pt-xl-axiata-tbk/)
komentar :
Jadi dengan adanya KPPU kita mendapatkan keuntungan
diantaranya adalah masyarakat dapat terlindungi dari praktik monopoli dan persaingan
usaha yang tidak sehat. Monopoli itu diindikasikan dengan peguasaan pasar,
indikatornya adalah 50% lebih. Dan dijelaskan dalam UU bahwa yang mempunyai
posisi pangsa pasar lebih dari 50% punya posisi dominan harus diawasi oleh
KPPU. Apabila mereka menyalahgunakan posisi dominan, maka dikatakan sebagai
monopoli. Persaingan usaha tidak sehat itu pertama adalah pelaku usaha yang
melakukan usahanya tidak jujur. Kedua adalah pelaku usaha yang melakukan
usahanya meawan hukum. Ketuga adalah pelaku usaha yang didalam kegiatan
usahanya melakukan kegiatan yang menghambat persaingan, jadi bila dia cenderung
untuk mematikan persiangan. Melindungi masyarakat disini dapat diartikan bahwa
masyarakat dapat secara langsung melaporkan atau mengadukan suatu kasus kepada
KPPU secara tertulis dan disampaikan pada sekretariat KPPU mengenai kasus yang
dihadapinya, maka KPPU dapat mengambil inisiatif untuk melakukan penyelidikan
terhadap kasus yang muncul yang berkaitan dengan publik.
Langganan:
Postingan (Atom)


