Pages

Senin, 05 Oktober 2015

Adat-istiadat / Etika yang ada di Indonesia

Carilah satu etika atau adat istiadat yang berlaku di Indonesia!


Dalam tradisi agama Hindu di Bali pada khususnya, ketika seorang anak mulai menginjak usia remaja atau sudah  dewasa wajib melaksanakan Upacara Potong Gigi. Upacara Potong Gigi atau yang biasanya juga disebut dengan istilah Mepandes,Metatah atau Mesangih merupakan upacara yang bermakna untuk menemukan hakekat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan dari pengaruh Sad Ripu dalam diri manusia.
Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat asubha karma atau perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia itu sendiri, yaitu :
1.      Kama, sifat penuh nafsu indriya.
2.      Lobha, sifat loba dan serakah.
3.      Krodha, sifat kejam dan pemarah.
4.      Mada, sifat mabuk dan kegila-gilaan
5.      Moha, sifat bingung dan angkuh.
6.      Matsarya, sifat dengki dan irihati.

Ciri-ciri Fisik Siap Metatah

Upacara Potong Gigi merupakan bagian dari Manusa Yadnya, yang pada hakikatnya jika ciri-cirinya secara fisik sudah menginjak remaja dapat melaksanakan Upacara Potong Gigi. Ciri- cirinya adalah sebagai berikut:
·         Pada wanita dapat dilakukan setelah mendapatkan menstruasi 
yang pertama.
·         Pada pria dapat dilakukan setelah mengalami perubahan suara.
Ciri-ciri tersebut dapat dijadikan landasan awal bahwa si anak sudah siap untuk Metatah akan tetapi tidak diharuskan pada saat itu juga, karena harus ditunjang dari kesiapan finansial juga.
Tujuan Upacara Potong Gigi
Ada beberapa tujuan dari Upacara Potong Gigi yang tidak kalah penting untuk diketahui, yaitu sebagai berikut:
·         Menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca dan raksasa dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak Sad Ripu sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati.
·         Untuk dapat bertemu kembali dengan bapak dan ibu yang telah 
berwujud suci.
·         Untuk menghindari hukuman didalam neraka nanti yang 
dijatuhkan oleh Bhatara Yamadipati berupa mengigit pangkal bambu petung. Hal ini tertera dalam Lontar Atmaprasangsa.
·         Memenuhi kewajiban orang tua kepada anaknya untuk menjadi 
manusia yang sejati.

Susunan Upacara Potong Gigi
Berdasarkan ketentuan dalam lontar Dharma Kahuripan dan lontar Puja Kalapati, bahwa tahapan upacara potong gigi disebutkan sebagai berikut :
·         Magumi padangan, Upacara ini juga di sebut mesakapan 
kepawon dan dilaksanakan di dapur.
·         Nekeb, Upacara ini dilakukan di meten atau di gedong
·         Mabyakala, Ini dilakukan di halaman rumah di depan meten atau gedong.
·         Ke Merajan, atau tempat suci di dalam rumah. Urut – urutan 
upacara di merajan yaitu : Mohon penugrahan kepada Bhatara Hyang Guru, Menyembah Ibu dan Bapak, Ngayab caru ayam putih, Mohon tirtha (air suci) kepada Bhatara Hyang Guru, Ngerajah gigi (Menulis gigi dengan wijaksara) dan Di pahat taringnya secara tiga kali.

Menuju ketempat potong gigi, Urut – urutan upacaranya :
·         Sembahyang kepada Bhatara Surya dan kepada Bhatara Sang 
Hyang Semara Ratih dan mohon tirtha kepada beliau berdua.
·         Ngayab banten pengawak di bale dangin,
·         Metatah atau memotong / mengasah dua buah taring dan empat 
buah gigi seri pada rahang atas dan Turun dari tempat potong gigi, jalannya ke hilir dengan menginjak banten paningkeb.
Kembali ke meten / gedong tempat ngekeb. Bila ingin berganti pakaian, sekarang bias dilakukan mejaya – jaya di merajan. Urutan upacaranya :
·         Mabyakala
·         Sembahyang kepada : Bhatara Surya, Leluhur dan Bhatara 
Samudaya.
·         Menuju ke hadapan Sang Muput Upacara, disini dilakukan 
meeteh – eteh persediaan : prayascita, Pangrabodan, Ngayab pungun – pungun dan pajejiwan, Matirtha penglukatan, pebersihan dan kekuluh, Mejaya – jaya, Ngayab banten otonan, Ngayab banten pawinten-digunakan dan Mapadamel
·         Kembali ke meten/gedong tempat ngekeb.
·         Mapinton ke Pura Kahyangan Tiga, ke Pura Kawitan dan ke Pura lainnya yang menjadi pujaannya.

Hal penting yang dapat disimpulkan dan perlu diingat ialah tujuan dari upacara ini untuk meminimalkan sifat negatif dari orang yang bersangkutan, akan tetapi tidak berarti bahwa setelah upacara ini dilakukan orang itu sifatnya akan menjadi sepenuhnya baik . Semua kembali kepada pribadi masing-masing setiap orang. Apakah mempunyai dasar dan keinginan yang kuat dalam merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.
kelompok:

 1. Esty Putri Ratnasari           22212566
 2. Risda Aditya                      26212453







Tugas 1 (PSAK)

1. Berapakah jumlah PSAK dalam hasil adopsi IFRS?

Jawab: ada 47 PSAK, diantaranya adalah :

1.      PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 2009)
2.      PSAK 2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009)
3.      PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Revisi 2010)
4.      PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan 
Keuangan Tersendiri (Revisi 2009)
5.      PSAK 5 Segmen Operasi (Revisi 2009)
6.      PSAK 7 Pengungkapan  Pihak-Pihak Berelasi
(Revisi 2009)
7.      PSAK 8 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan 
(Revisi 2010)
8.      PSAK 10 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (Revisi 2009)
9.      PSAK 12 Ventura Bersama (Revisi 2009)
10.  PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2011)
11.  PSAK 14 Persediaan (Revisi 2008)
12.  PSAK 15 Investasi pada Asosiasi (Revisi 2009)
13.  PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2011)
14.  PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat 
Purnakarya (Revisi 2010)
15.  PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2009)
16.  PSAK 22 Kombinasi Bisnis (Revisi 2010)
17.  PSAK 23 Pendapatan (Revisi 2009)
18.  PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2010)
19.  PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, Kesalahan 
(Revisi 2009)
20.  PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 2011)
21.  PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2010)
22.  PSAK 30 Sewa (Revisi 2011)
23.  PSAK 31 Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Revisi 2009)
24.  PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum (Revisi 2011)
25.  PSAK 34 Kontrak Kontruksi (Revisi 2010)
26.  PSAK 36 Akuntansi Asuransi Jiwa (Revisi 2010)
27.  PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Revisi 2011)
28.  PSAK 45 Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba (Revisi 2010)
29.  PSAK 46 Pajak Penghasilan (Revisi 2010)
30.  PSAK 48 Penurunan Nilai Aset (Revisi 2009)
31.  PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian (Revisi 2010)
32.  PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham (Revisi 2010)
33.  PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran 
(Revisi 2011)
34.  PSAK 56 Laba per Saham (Revisi 2010)
35.  PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban dan Aset 
Kontinjensi (Revisi 2009)
36.  PSAK 58 Aset Tidak Lancar
37.  PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan)  
38.  PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan 
Bantuan Pemerintah
39.  PSAK 62 Kontrak Asuransi
40.  PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
41.  PSAK 64 Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral  
42.  PSAK 107 Akuntansi Ijarah
43.  PSAK 108 Penyelesaian Utang Piutang Murabahah
44.  PSAK 109 Akuntansi Zakat Infaq Sedekah
45.  PSAK 110 Akuntansi Hawalah
46.  PSAK 111 Akuntansi Asuransi Syariah
47.  PSAK ETAP



2. Sebutkan PSAK yang dihapus setelah mengadopi IFRS!

Jawab:

Setelah Indonesia mengadopsi penuh IFRS, PSAK khusus industri dihapus. PSAK industri yang saat ini telah dicabut adalah

PSAK 32 Akuntansi Kehutanan
PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi
PSAK 37 Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol
PSAK 31 (revisi 2000) Akuntansi Perbankan
PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek.

IFRS adalah standar yang disusun dengan basis transaksi dan perlakukan khusus elemen laporan keuangan bukan industri, sehingga  semua standar yang terkait dengan industri dihapus. PSAK yang tidak ada rujukannya dalam IFRS juga dicabut diantaranya akuntansi waran, anjak piutang, restrukturisasi utang piutang bermasalah. Standar ini dicabut karena telah tercakup dalam pengaturan PSAK 50 dan 55 tentang Instrumen Keuangan.



3. Pilih salah satu PSAK yang mengadopsi IFRS, ringkas dan beri komentar!

PSAK 19 Aset tidak berwujud (revisi 2009) PSAK ini adalah untuk menentukan perlakuan akuntansi bagi aset tidak berwujud yang tidak diatur secara khusus pada standar lainnya. Pernyataan ini mewajibkan entitas untuk mengakui aset tidak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria-kriteria tertentu dipenuhi. Pernyataan ini juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tidak berwujud dan menentukan pengungkapan yang harus dilakukan bagi aset tidak berwujud.
Komentar : Aset Tidak Berwujud menyatakan entitas harus menilai ulang masa manfaat dari aset tidak berwujud yang dimilikinya. Dengan demikian entitas dapat saja merubah klasifikasi aset tidak terbatasnya dari memiliki masa manfaat terbatas menjadi tidak terbatas apabila memang entitas pada saat tanggal efektif berdasarkan penilaian ulang yang dilakukan.


https://dl.dropboxusercontent.com/u/55334695/WORKSHOP-UI/AKUNTANSI%20KEUANGAN/ED%20PSAK/ED%20PSAK%2019%20%28R09%29%20Aset%20Tidak%20Berwujud.pdf



Senin, 22 Juni 2015

Tugas Soft Skill 3

The term ‘market’, as used by economists, is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special market days in order to buy and sell various commodities. Today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the cotton market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together.

            In a free market, competition takes place among sellers of the same commodity, and among those who wish to buy that commodity. Such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate, and such fluctuations are also affected by current supply and demand.

            Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject to special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet. (taken from A Rapid Course in English for Student of Economics by Tom McArthur).


The questions and answers of number 9 and 10

      9.         What price operates in a perfect market?
                      -  In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay.

     10.      What does the ruling price indicate?
             -  The price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet.


        Nama : Esty Putri Ratnasari
        NPM  : 22212566
        Kelas  : 3EB10

   
            Nama Kelompok:

1.      Esty Putri Ratnasari
2.      Hastyn Haula Ulva
3.      Putri Aristya Devi
4.      Risda Aditya
5.      Selviana 



Rabu, 06 Mei 2015

Audit Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 Pada PT. XXX

Jakarta, 6 Mei 2015

No                   :  001/KAP/V/2015
Lampiran         : 3 eksemplar
Perihal             : Laporan Hasil Audit Manajemen Kualitas ISO 9001

Kepada
Yth, Direktur PT. XXX
Di Bekasi

            Kami telah melakukan audit atas Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX untuk periode tahun 2015. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dimiliki (terjadi pada) PT. XXX. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai efisiensi (daya guna) dan efektivitas (hasil guna). Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan dalam penerapannya yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan di masa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
            Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab  I         : Informasi Latar Belakang
Bab II         : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III        : Rekomendasi
Bab IV        : Ruang Lingkup Audit
            Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini.


 Kantor Akuntan Publik            
  Esty dan Rekan                



EKA.ESTY, S.E., M.M., Ak., BAP.







Bab I
Informasi Latar Belakang

PT. XXX (selajutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Bekasi, didirikan pada bulan Juli 2013 oleh para pendiri yang terdiri atas:

1.            xxx
2.            xxx

Tujuan didirikannya Perusahaan adalah untuk memproduksi mobil. Secara keseluruhan proses produksi mobil dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

1.            Body shop process
2.            Paint shop process
3.            GA Trim Process

Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Presiden Direktur                                         : xxx
Wakil Presiden Direktur                              : xxx
Manager Quality Assurance                         : xxx

Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.Menilai efisiensi dan efektivitas penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX

2.Memberikan berbagai saran perbaikan atas kelemahan penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 yang ditemukan.








Bab II
Kesimpulan Audit

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Kondisi:
1)      Prosedur SOP yang dimiliki setiap operator untuk menjalankan tugasnya masih belum sepenuhnya dipatuhi, ada operator yang tidak mematuhi SOP.

Kriteria:
1)      SOP adalah Standard Operasional Prosedur yang merupakan panduan untuk menjalankan tahapan-tahapan pemasangan suatu part mobil dalam proses produksi yang dilakukan secara manual. SOP harus dilakukan dan dipatuhi secara baik dan benar sesuai dengan tahapannya.

Penyebab:
1)      Belum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya operator.

Akibat:
1)      Terjadi recall pada bulan Februari karena ada part yang belum terpasang pada mobil.

Pejabat yang bertanggung jawab:
Kepala bagian manajemen produksi


DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT

No.
Kondisi
Kriteria
Penyebab
Akibat
1.
Prosedur SOP yang dimiliki setiap operator untuk menjalankan tugasnya masih belum sepenuhnya dipatuhi, ada operator yang tidak mematuhi SOP.

SOP adalah Standard Operasional Prosedur yang merupakan panduan untuk menjalankan tahapan-tahapan pemasangan suatu part mobil dalam proses produksi yang dilakukan secara manual. SOP harus dilakukan dan dipatuhi secara baik dan benar sesuai dengan tahapannya.
Belum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya operator.

Terjadi recall pada bulan Februari karena ada part yang belum terpasang pada mobil.








Bab III
Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan ada kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini yaitu:

1.                  Kelemahan yang terjadi karena belum adanya pelatihan ISO 9001 terhadap karyawan khususnya operator dalam menajalankan ISO 9001 yang dimiliki perusahaan.

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi:
1.                  Perusahaan harus mengadakan pelatihan kepada karyawan khususnya operator mengenai ISO 9001, sehingga semua karyawan mampu memahami pentingnya prosedur atau SOP dalam melaksanakan tugasnya dengan baik.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada perusahaan di masa yang akan datang.







Bab IV
Ruang Lingkup Audit

Sesuai dengan penugasan yang kami tulis, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada PT. XXX untuk periode 2015. Audit kami mancakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen kualitas, manajemen produksi dan aktivitas penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 itu sendiri.










Senin, 05 Oktober 2015

Adat-istiadat / Etika yang ada di Indonesia

Carilah satu etika atau adat istiadat yang berlaku di Indonesia!


Dalam tradisi agama Hindu di Bali pada khususnya, ketika seorang anak mulai menginjak usia remaja atau sudah  dewasa wajib melaksanakan Upacara Potong Gigi. Upacara Potong Gigi atau yang biasanya juga disebut dengan istilah Mepandes,Metatah atau Mesangih merupakan upacara yang bermakna untuk menemukan hakekat manusia sejati yang terlepas dari belenggu kegelapan dari pengaruh Sad Ripu dalam diri manusia.
Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang timbul dari sifat-sifat asubha karma atau perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia itu sendiri, yaitu :
1.      Kama, sifat penuh nafsu indriya.
2.      Lobha, sifat loba dan serakah.
3.      Krodha, sifat kejam dan pemarah.
4.      Mada, sifat mabuk dan kegila-gilaan
5.      Moha, sifat bingung dan angkuh.
6.      Matsarya, sifat dengki dan irihati.

Ciri-ciri Fisik Siap Metatah

Upacara Potong Gigi merupakan bagian dari Manusa Yadnya, yang pada hakikatnya jika ciri-cirinya secara fisik sudah menginjak remaja dapat melaksanakan Upacara Potong Gigi. Ciri- cirinya adalah sebagai berikut:
·         Pada wanita dapat dilakukan setelah mendapatkan menstruasi 
yang pertama.
·         Pada pria dapat dilakukan setelah mengalami perubahan suara.
Ciri-ciri tersebut dapat dijadikan landasan awal bahwa si anak sudah siap untuk Metatah akan tetapi tidak diharuskan pada saat itu juga, karena harus ditunjang dari kesiapan finansial juga.
Tujuan Upacara Potong Gigi
Ada beberapa tujuan dari Upacara Potong Gigi yang tidak kalah penting untuk diketahui, yaitu sebagai berikut:
·         Menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca dan raksasa dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak Sad Ripu sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati.
·         Untuk dapat bertemu kembali dengan bapak dan ibu yang telah 
berwujud suci.
·         Untuk menghindari hukuman didalam neraka nanti yang 
dijatuhkan oleh Bhatara Yamadipati berupa mengigit pangkal bambu petung. Hal ini tertera dalam Lontar Atmaprasangsa.
·         Memenuhi kewajiban orang tua kepada anaknya untuk menjadi 
manusia yang sejati.

Susunan Upacara Potong Gigi
Berdasarkan ketentuan dalam lontar Dharma Kahuripan dan lontar Puja Kalapati, bahwa tahapan upacara potong gigi disebutkan sebagai berikut :
·         Magumi padangan, Upacara ini juga di sebut mesakapan 
kepawon dan dilaksanakan di dapur.
·         Nekeb, Upacara ini dilakukan di meten atau di gedong
·         Mabyakala, Ini dilakukan di halaman rumah di depan meten atau gedong.
·         Ke Merajan, atau tempat suci di dalam rumah. Urut – urutan 
upacara di merajan yaitu : Mohon penugrahan kepada Bhatara Hyang Guru, Menyembah Ibu dan Bapak, Ngayab caru ayam putih, Mohon tirtha (air suci) kepada Bhatara Hyang Guru, Ngerajah gigi (Menulis gigi dengan wijaksara) dan Di pahat taringnya secara tiga kali.

Menuju ketempat potong gigi, Urut – urutan upacaranya :
·         Sembahyang kepada Bhatara Surya dan kepada Bhatara Sang 
Hyang Semara Ratih dan mohon tirtha kepada beliau berdua.
·         Ngayab banten pengawak di bale dangin,
·         Metatah atau memotong / mengasah dua buah taring dan empat 
buah gigi seri pada rahang atas dan Turun dari tempat potong gigi, jalannya ke hilir dengan menginjak banten paningkeb.
Kembali ke meten / gedong tempat ngekeb. Bila ingin berganti pakaian, sekarang bias dilakukan mejaya – jaya di merajan. Urutan upacaranya :
·         Mabyakala
·         Sembahyang kepada : Bhatara Surya, Leluhur dan Bhatara 
Samudaya.
·         Menuju ke hadapan Sang Muput Upacara, disini dilakukan 
meeteh – eteh persediaan : prayascita, Pangrabodan, Ngayab pungun – pungun dan pajejiwan, Matirtha penglukatan, pebersihan dan kekuluh, Mejaya – jaya, Ngayab banten otonan, Ngayab banten pawinten-digunakan dan Mapadamel
·         Kembali ke meten/gedong tempat ngekeb.
·         Mapinton ke Pura Kahyangan Tiga, ke Pura Kawitan dan ke Pura lainnya yang menjadi pujaannya.

Hal penting yang dapat disimpulkan dan perlu diingat ialah tujuan dari upacara ini untuk meminimalkan sifat negatif dari orang yang bersangkutan, akan tetapi tidak berarti bahwa setelah upacara ini dilakukan orang itu sifatnya akan menjadi sepenuhnya baik . Semua kembali kepada pribadi masing-masing setiap orang. Apakah mempunyai dasar dan keinginan yang kuat dalam merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik.
kelompok:

 1. Esty Putri Ratnasari           22212566
 2. Risda Aditya                      26212453







Tugas 1 (PSAK)

1. Berapakah jumlah PSAK dalam hasil adopsi IFRS?

Jawab: ada 47 PSAK, diantaranya adalah :

1.      PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 2009)
2.      PSAK 2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009)
3.      PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Revisi 2010)
4.      PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan 
Keuangan Tersendiri (Revisi 2009)
5.      PSAK 5 Segmen Operasi (Revisi 2009)
6.      PSAK 7 Pengungkapan  Pihak-Pihak Berelasi
(Revisi 2009)
7.      PSAK 8 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan 
(Revisi 2010)
8.      PSAK 10 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (Revisi 2009)
9.      PSAK 12 Ventura Bersama (Revisi 2009)
10.  PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2011)
11.  PSAK 14 Persediaan (Revisi 2008)
12.  PSAK 15 Investasi pada Asosiasi (Revisi 2009)
13.  PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2011)
14.  PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat 
Purnakarya (Revisi 2010)
15.  PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2009)
16.  PSAK 22 Kombinasi Bisnis (Revisi 2010)
17.  PSAK 23 Pendapatan (Revisi 2009)
18.  PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2010)
19.  PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, Kesalahan 
(Revisi 2009)
20.  PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 2011)
21.  PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2010)
22.  PSAK 30 Sewa (Revisi 2011)
23.  PSAK 31 Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Revisi 2009)
24.  PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum (Revisi 2011)
25.  PSAK 34 Kontrak Kontruksi (Revisi 2010)
26.  PSAK 36 Akuntansi Asuransi Jiwa (Revisi 2010)
27.  PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Revisi 2011)
28.  PSAK 45 Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba (Revisi 2010)
29.  PSAK 46 Pajak Penghasilan (Revisi 2010)
30.  PSAK 48 Penurunan Nilai Aset (Revisi 2009)
31.  PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian (Revisi 2010)
32.  PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham (Revisi 2010)
33.  PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran 
(Revisi 2011)
34.  PSAK 56 Laba per Saham (Revisi 2010)
35.  PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban dan Aset 
Kontinjensi (Revisi 2009)
36.  PSAK 58 Aset Tidak Lancar
37.  PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan)  
38.  PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan 
Bantuan Pemerintah
39.  PSAK 62 Kontrak Asuransi
40.  PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
41.  PSAK 64 Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral  
42.  PSAK 107 Akuntansi Ijarah
43.  PSAK 108 Penyelesaian Utang Piutang Murabahah
44.  PSAK 109 Akuntansi Zakat Infaq Sedekah
45.  PSAK 110 Akuntansi Hawalah
46.  PSAK 111 Akuntansi Asuransi Syariah
47.  PSAK ETAP



2. Sebutkan PSAK yang dihapus setelah mengadopi IFRS!

Jawab:

Setelah Indonesia mengadopsi penuh IFRS, PSAK khusus industri dihapus. PSAK industri yang saat ini telah dicabut adalah

PSAK 32 Akuntansi Kehutanan
PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi
PSAK 37 Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol
PSAK 31 (revisi 2000) Akuntansi Perbankan
PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek.

IFRS adalah standar yang disusun dengan basis transaksi dan perlakukan khusus elemen laporan keuangan bukan industri, sehingga  semua standar yang terkait dengan industri dihapus. PSAK yang tidak ada rujukannya dalam IFRS juga dicabut diantaranya akuntansi waran, anjak piutang, restrukturisasi utang piutang bermasalah. Standar ini dicabut karena telah tercakup dalam pengaturan PSAK 50 dan 55 tentang Instrumen Keuangan.



3. Pilih salah satu PSAK yang mengadopsi IFRS, ringkas dan beri komentar!

PSAK 19 Aset tidak berwujud (revisi 2009) PSAK ini adalah untuk menentukan perlakuan akuntansi bagi aset tidak berwujud yang tidak diatur secara khusus pada standar lainnya. Pernyataan ini mewajibkan entitas untuk mengakui aset tidak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria-kriteria tertentu dipenuhi. Pernyataan ini juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tidak berwujud dan menentukan pengungkapan yang harus dilakukan bagi aset tidak berwujud.
Komentar : Aset Tidak Berwujud menyatakan entitas harus menilai ulang masa manfaat dari aset tidak berwujud yang dimilikinya. Dengan demikian entitas dapat saja merubah klasifikasi aset tidak terbatasnya dari memiliki masa manfaat terbatas menjadi tidak terbatas apabila memang entitas pada saat tanggal efektif berdasarkan penilaian ulang yang dilakukan.


https://dl.dropboxusercontent.com/u/55334695/WORKSHOP-UI/AKUNTANSI%20KEUANGAN/ED%20PSAK/ED%20PSAK%2019%20%28R09%29%20Aset%20Tidak%20Berwujud.pdf



Senin, 22 Juni 2015

Tugas Soft Skill 3

The term ‘market’, as used by economists, is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special market days in order to buy and sell various commodities. Today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the cotton market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together.

            In a free market, competition takes place among sellers of the same commodity, and among those who wish to buy that commodity. Such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate, and such fluctuations are also affected by current supply and demand.

            Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communications are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject to special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet. (taken from A Rapid Course in English for Student of Economics by Tom McArthur).


The questions and answers of number 9 and 10

      9.         What price operates in a perfect market?
                      -  In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay.

     10.      What does the ruling price indicate?
             -  The price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet.


        Nama : Esty Putri Ratnasari
        NPM  : 22212566
        Kelas  : 3EB10

   
            Nama Kelompok:

1.      Esty Putri Ratnasari
2.      Hastyn Haula Ulva
3.      Putri Aristya Devi
4.      Risda Aditya
5.      Selviana 



Rabu, 06 Mei 2015

Audit Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 Pada PT. XXX

Jakarta, 6 Mei 2015

No                   :  001/KAP/V/2015
Lampiran         : 3 eksemplar
Perihal             : Laporan Hasil Audit Manajemen Kualitas ISO 9001

Kepada
Yth, Direktur PT. XXX
Di Bekasi

            Kami telah melakukan audit atas Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX untuk periode tahun 2015. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dimiliki (terjadi pada) PT. XXX. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai efisiensi (daya guna) dan efektivitas (hasil guna). Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan dalam penerapannya yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan di masa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
            Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab  I         : Informasi Latar Belakang
Bab II         : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III        : Rekomendasi
Bab IV        : Ruang Lingkup Audit
            Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini.


 Kantor Akuntan Publik            
  Esty dan Rekan                



EKA.ESTY, S.E., M.M., Ak., BAP.







Bab I
Informasi Latar Belakang

PT. XXX (selajutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Bekasi, didirikan pada bulan Juli 2013 oleh para pendiri yang terdiri atas:

1.            xxx
2.            xxx

Tujuan didirikannya Perusahaan adalah untuk memproduksi mobil. Secara keseluruhan proses produksi mobil dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

1.            Body shop process
2.            Paint shop process
3.            GA Trim Process

Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Presiden Direktur                                         : xxx
Wakil Presiden Direktur                              : xxx
Manager Quality Assurance                         : xxx

Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.Menilai efisiensi dan efektivitas penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX

2.Memberikan berbagai saran perbaikan atas kelemahan penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 yang ditemukan.








Bab II
Kesimpulan Audit

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Kondisi:
1)      Prosedur SOP yang dimiliki setiap operator untuk menjalankan tugasnya masih belum sepenuhnya dipatuhi, ada operator yang tidak mematuhi SOP.

Kriteria:
1)      SOP adalah Standard Operasional Prosedur yang merupakan panduan untuk menjalankan tahapan-tahapan pemasangan suatu part mobil dalam proses produksi yang dilakukan secara manual. SOP harus dilakukan dan dipatuhi secara baik dan benar sesuai dengan tahapannya.

Penyebab:
1)      Belum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya operator.

Akibat:
1)      Terjadi recall pada bulan Februari karena ada part yang belum terpasang pada mobil.

Pejabat yang bertanggung jawab:
Kepala bagian manajemen produksi


DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT

No.
Kondisi
Kriteria
Penyebab
Akibat
1.
Prosedur SOP yang dimiliki setiap operator untuk menjalankan tugasnya masih belum sepenuhnya dipatuhi, ada operator yang tidak mematuhi SOP.

SOP adalah Standard Operasional Prosedur yang merupakan panduan untuk menjalankan tahapan-tahapan pemasangan suatu part mobil dalam proses produksi yang dilakukan secara manual. SOP harus dilakukan dan dipatuhi secara baik dan benar sesuai dengan tahapannya.
Belum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya operator.

Terjadi recall pada bulan Februari karena ada part yang belum terpasang pada mobil.








Bab III
Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan ada kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini yaitu:

1.                  Kelemahan yang terjadi karena belum adanya pelatihan ISO 9001 terhadap karyawan khususnya operator dalam menajalankan ISO 9001 yang dimiliki perusahaan.

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi:
1.                  Perusahaan harus mengadakan pelatihan kepada karyawan khususnya operator mengenai ISO 9001, sehingga semua karyawan mampu memahami pentingnya prosedur atau SOP dalam melaksanakan tugasnya dengan baik.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada perusahaan di masa yang akan datang.







Bab IV
Ruang Lingkup Audit

Sesuai dengan penugasan yang kami tulis, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada PT. XXX untuk periode 2015. Audit kami mancakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen kualitas, manajemen produksi dan aktivitas penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 itu sendiri.